29 Maret 2013

Pengertian Torrent



Pengertian Torrent
Torrent adalah sebuah network dan perangkat lunak yang memungkinkan pengiriman data secara peer-to-peer (tanpa server).
Data yang dikirim dengan torrent dipecah-pecah terlebih dahulu sehingga proses pengiriman data yang besar bisa dilakukan bahkan dengan komputer dengan kecepatan internet yang rendah sekalipun.

Torrent diciptakan oleh seseorang yang bernama Bram Cohen pada tahun 2001 dan sekarang berada di tangan perusahaan BitTorrent.inc. Semakin banyak komputer yang terhubung dengan jaringan torrent, maka semakin bagus.

Perbedaan Download Torrent dan Download Biasa
Jika download biasa atau yang biasa disebut mirror download cara kerjanya adalah, komputer kita (client) mengirim request data kepada komputer pusat (server) dan setelah diterima kita dapat mendownload file dari komputer server.

Namun kelemahannya jika banyak permintaan dari komputer lain, atau servernya sedang down, maka proses download bisa terhambat bahkan batal. Namun dengan torrent, kita mendownload file dari komputer lain (user lain/client lain) sehingga jika satu sumber sedang non-aktif bisa digantikan dengan sumber yang lain, karena dengan torrent kita tidak mendownload file secara keseluruhan melainkan mendownload file yang sudah dipecah.

Dan juga jika komputer dimatikan atau mati secara  tiba-tiba, proses download bisa dilanjutkan lain hari, karena file torrent sudah dipecah-pecah sehingga ketika komputer menyala download akan dilanjutkan ke bagian file berikutnya.

18 Maret 2013

Aplikasi Bel Sekolah - ABAH v2.5





Aplikasi Bel Sekolah - ABAH v2.5
Dibangun serta diimplementasikan oleh Amoebadesign dan Deaf Multimedia bekerjasama dengan BBC Corporation.

KEPERLUAN INSTALASI MINIMAL:

- Sistem Operasi WINDOWS 7
- Prosesor Pentium i3 atau yang setara
- Memori 1 Gb
- Ruang Harddisk 100 Mb



Aplikasi Bel Sekolah - ABAH v2.5
Dibangun menggunakan;

- Microsoft Visual Basic Versi 6.0
- MZ-Tolls v3.0 for Visual Basic
- Adobe Macromedia Firework CS5
- Notepad
- InstallShield 2010

Aplikasi Bel Sekolah - ABAH v2.5
Kontak dan Informasi

PHONE         : +6285265632999 (SMS Only)
E-Mail         : madlocksite@gmail.com
WEBBLOG : http://eikdoank.blogspot.com
SOSIAL MEDIA : http://www.facebook.com/eikdoank



Download disini...
https://docs.google.com/file/d/0B3irseDDTdiuNlVIaFZrZzF4dWs/edit?usp=sharing

14 Oktober 2012

KEDAI v3.1.0 - Aplikasi Pembukuan Sederhana

KEDAI v3.1.0
Aplikasi Pembukuan Sederhana
                   
Aplikasi/program ini adalah aplikasi lanjutan dari versi sebelumnya.

Aplikasi/program pembukuan ini disediakan gratis atau tanpa anda harus membeli untuk dapat menggunakannya.

Aplikasi/program ini Adalah aplikasi kecil dan sangat sederhana yang dapat anda gunakan pada komputer berbasis sistem operasi Microsoft Windows™ dengan resolusi layar monitor minimal 1024 x 768 dan memori 512Gb.

Pada pengaturan umum Aplikasi/program ini, anda dapat login dengan;
           
USERNAME: markonah
PASSWORD: markonah

INSTALASI
Aplikasi ini dibangun menggunakan Sistem Operasi Windows 7 64bit, serta menggunakan;
- Microsoft Visual Basic 6.0
- Adobe Macromedia Firework CS5
- MZtools
- Notepad
           
(Instalasi pada Windows 7 32bit & Windows xp)
Jika saat instalasi terdapat peringatan bahwa ada bagian sistem yang error, abaikan saja dengan
mengklik tombol "IGNORE".
Lakukan hingga instalasi selesai.

LISENSI
KEDAI v3.1.0 - Aplikasi Pembukan Sederhana

Aplikasi/program ini di release sebagai freeware untuk penggunaan perseorangan (personal), dengan syarat :

1. Boleh merubah keaslian software ini, baik dengan cara cracking, reserve engineering, dan cara-cara lainnya.
2. Hak cipta (copyright) tetap ada pada penerbit/programer.
3. Diijinkan melakukan perubahan, penambahan, dekompilasi, reverse-engineering dari program ini baik sebagian maupun keseluruhan yang selanjutnya di sebarluaskan.
   
Amoebadesign & Deaf Multimedia Team Work
Feri Atmaja - Eikdoank - Madlock - Bandit - Ipey

DISCLAIMER
Jika dengan pemakaian Aplikasi (software) KEDAI v3.1.0 - Aplikasi Pembukan Sederhana ini ada kejadian yang menyebabkan rusaknya sistem komputer anda, bukan menjadi tanggungjawab kami.            
Kami menerima masukan, perbaikan, dan saran anda.

Silahkan menghubungi kami melalui E-Mail: madlocksite@gmail.com atau anda dapat juga mengunjungi kami di http://eikdoank.blogspot.com/ atau di http://www.facebook.com/eikdoank

KEDAI v3.1.0
Aplikasi Pembukan Sederhana
DOWNLOAD DISINI: 4shared.com

22 Mei 2012

D'Browser

D'Browser adalah aplikasi sederhana yg merupakan Web Browser berbasis Visual Basic.
Mau mencobanya? ...coba deh dunlut disini d:)

07 Mei 2012

Proposal Web Instansi


Pertanyaan yang sering muncul bagi orang awam adalah apa yang dimaksud dengan internet. Internet adalah kumpulan komputer antar satu wilayah dan wilayah lainnya yang terkait dan saling berkomunikasi.
Internet telah mengubah wajah komunikasi dunia yang sejak lama didominasi oleh perangkat digital non-komputer, menjadi komunikasi komputer yang global.

Dengan internet, maka dimanapun kita berada dapat berhubungan satu sama lainnya dengan perangkat komputer tanpa dibatasi lagi oleh ruang dan waktu. Keberadaan Internet saat ini memberikan keuntungan secara langsung maupun tidak langsung kepada dunia bisnis, pendidikan, komunitas dan banyak lagi dari skala kecil hingga besar.

Dengan adanya fasilitas internet data-data bisa disimpan, diambil dan dikirimkan secara mudah keseluruh penjuru dunia dengan berbagai cara, data dan informasi yang ada dapat dihubungkan dengan mudah dan cepat hanya dengan menggunakan 'hyperlinks' (penghubung virtual).

Pelanggan/calon pelanggan atau masyarakat tidak perlu lagi membuang waktu yang berharga hanya untuk mencari informasi mengenai instansi atau instansi anda, produk, maupun jasa yang anda tawarkan, semuanya tersedia di Internet (website) secara real time.

Selengkapnya download disini

Proposal Web Sekolah


Mengapa membangun Website Sekolah?
· Sebagai salah satu media untuk menunjukkan keeksisan sekolah
Dengan Website Sekolah, sekolah akan memiliki official website (website resmi), sehingga keeksisan sekolah anda dapat lebih diakui oleh masyarakat umum. Dan masyarakat jadi tahu bahwa sekolah anda sebenarnya ‘ada’.

· Sebagai sarana komunikasi dua arah antara sekolah dengan pihak-pihak terkait
Dengan Website Sekolah, pihak – pihak yang berhubungan dengan sekolah (siswa, wali murid, dll) dapat mengirim informasi kepada sekolah di manapun dan kapanpun. Begitu juga sebaliknya, sekolah dapat menyampaikan informasi dengan utuh dan menyeluruh melalui Website Sekolah ini.

· Sebagai portal (gerbang) informasi bagi siswa
Dengan adanya official website sekolah, maka siswa-siswi anda akan lebih mudah untuk mencari informasi tentang sekolah anda. Baik itu jadwal pelajaran, informasi ulangan, informasi kelulusan, dan bahkan informasi – informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Semua dapat anda lakukan dengan Website
Sekolah ini.

Selengkapnya download disini

Jejak Tanah Haram

Makkah adalah Tanah Haram, yang di dalamnya terdapat Masjidil Haram dan Baitullah atau Ka;bah. Sahih Muslim meriwayatkan bahwa pada hari pembukaan Makkah, Rasulullah SAW bersabda :”Sesungguhnya negeri Makkah ini telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai Tanah Haram pada hari Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi. Makkah adalah Tanah Haram yang diharamkan oleh Allah hingga Hari Kiamat. Tidak dibenarkan berperang di Makkah bagi siapapun sebelaum aku dan juga bagiku kecuali waktu tertentu (pada hari pembukaan kota Makkah pada tahun ke-8 Hijriyah). Tidak boleh memotong pohon, tidak boleh menangkap binatang buruan, tidak boleh mengambil barang yang tercecer kecuali untuk diumumkan kepada umum, dan tidak boleh memangkas rumput di Makkah. Kata Al Abbas, kecuali izkhir. Jawab Rasulullah, kecuali izkhir.” (Izkhir adalah sejenis tumbuhan berbau harum dan dapat digunakan sebagai kayu bakar dan atap rumah).

Jejak Tanah Haram

Proposal Bank Data

Dalam kehidupan banyak sekali hal-hal yang terjadi, keunikan kejadian dari kehidupan setiap orang berbeda-beda sehingga cara pandang setiap orang terhadap kejadian tersebut pun berbeda-beda (sesuai dengan apa yangmenjadi prinsip dan standar atau tolak ukurnya).

Di dalam dunia IT (Information Technology) pun sama, kesimpulan terhadap sesuatu yang dianalisa mungkin berbeda tetapi hal itu semua dapat diminimalisir dan dihilangkan selama apa yang menjadi pedomannya pun sama.

Dalam dunia IT dan kebutuhan yang disesuaikan, ternyata banyak sekali kejadian yang jika kita memandang untuk kemajuan teknologi dan komunikasi dapat dibuat prosedur dan aturan yang sama sehingga informasi yang dibutuhkan dari suatu kasus akan sama.

Biasanya dalam dunia IT yang menjadi permasalahan adalah kasus-kasus yang sering terjadi dan untuk penyelesaiannya masih dengan prosedur yang manual. Beberapa contoh kasus yang terjadi dibeberapa tempat, seperti pengelolaan data administrasi, pengelokaan data perpustakaan (sudah banyak yang tidak manual), dan lain-lain.

Untuk mengatasi beberapa contoh kasus diatas diperlukan data dan informasi yang dibutuhkan.

Selengkapnya Download disini

04 Desember 2011

Sejarah Sembilan Wali / Walisongo - Bg.III

  Sunan Drajat (7)
Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M

Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun

Jelog --pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.
Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk.

Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah "berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang'.

Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.n
 
  Sunan Kudus (8)
Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.n
 
  Sunan Muria (9)
Ia putra Dewi Saroh --adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus

Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.
Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.

Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.n
 
Link :

Sejarah Sembilan Wali / Walisongo - Bg.II

  Sunan Giri (3)
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya--seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).

Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.

Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah "giri". Maka ia dijuluki Sunan Giri.
Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.

Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.
 
  Sunan Bonang (4)
Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah

yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.
 
  Sunan Kalijaga (5)
Dialah "wali" yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam

Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam ('kungkum') di sungai (kali) atau "jaga kali". Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab "qadli dzaqa" yang menunjuk statusnya sebagai "penghulu suci" kesultanan.

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.
Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede - Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.
 
  Sunan Gunung Jati (6)
Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra' Mi'raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).

Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.

Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.
Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya "wali songo" yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.

Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.

Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.