Tampilkan postingan dengan label for. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label for. Tampilkan semua postingan

17 Juni 2009

DVB Card For Satellite TV

DVB adalah singkatan dari Digital Video Broadcasting. DVB Card adalah card sejenis TV Tuner yang digunakan untuk menangkap siaran digital dari satelit.
DVB Card ada dua macam, yang dipasang di PCI dan yang dicolokkan ke USB. Yang pertama cocok untuk PC sementara yg kedua lebih diarahkan untuk laptop. Gambar menunjukkan DVB Card untuk slot PCI. Untuk dapat menerima siaran TV digital satelit tentunya DVB Card ini harus dihubungkan dengan peralatan parabola.

Setelah dipasang pada slot PCI dan melengkapinya dengan driver & software installation, user tinggal mencolokkan kabel LNB dari parabola ke DVB Card tersebut. LNB adalah singkatan dari Low Noise Block, sebuah komponen yang mencuat keluar tepat di garis tengah parabola. Biasanya LNB ini disangga oleh beberapa kaki yang ditumpu pada pinggiran dish parabola.

Arahkan parabola ke satelit yang ingin disaksikan acaranya. Pada contoh ini akan digunakan software ProgDVB. Software ProgDVB ini telah berisi database sejumlah satelit yang beredar di orbit dengan berbagai informasi frekuensi, symbol rate, dan polarisasinya.

Sebagai contoh, kali ini parabola kita arahkan ke satelit Asiasat 3S yang berada pada koordinat 105.5 derajat bujur timur. Pastikan arah dish optimal dengan memperhatikan sinyal yang didapat.
Setelah posisi optimal, lakukanlah proses scanning sinyal TV dari satelit tersebut. Langkah ini bisa dilakukan secara automatic dengan menggunakan database yang terdapat di dalam ProgDVB.


Apabila ada channel yang tidak tertangkap, anda tinggal melakukan proses scanning secara manual dengan mengisi data frekuensi, symbol rate, dan polarisasi dari channel yang anda ingin saksikan. Informasi ini bisa didapat secara lengkap dari lyngsat. Geser-geserlah posisi dish parabola dengan positioner untuk mendapatkan kualitas gambar yang diinginkan.

Selamat. Sekarang anda telah bisa menikmati siaran TV digital dari satelit di layar PC atau laptop anda.

Selanjutnya adalah internet grabbing.

23 Mei 2008

PHP for Beginner

Apa sih PHP itu ?
Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak rekan-rekan saat mendengar kata PHP. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). Dengan PHP ini Anda dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.

Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah. Database tersebut adalah :

* dBase
* DBM
* FilePro
* mSQL
* MySQL
* ODBC
* Oracle
* Postgres
* Sybase
* Velocis

Selain itu PHP juga mendukung koneksi dengan protokol IMAP, SNMP, NNTP dan POP3.

Sejarah PHP
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahas pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain

* Bahasa pemrograman php adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung php dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, php adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Disadur dari: http://www.indoglobalweb.com/?action=news&aid=5 dan http://www.klik-kanan.com/tutorial/php/intro.shtml