Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

05 November 2009

LOMBA FOTO DOT ID (NAMA DOMAIN INDONESIA)


Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) mengadakan lomba foto dengan masing-masing 2 tema (kategori) terpisah yaitu:

1. Pemanfaatan Internet oleh anak bangsa. Tema ini yang menggambarkan pemanfaatan teknologi internet secara umum dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat.

2. Penggunaan nama domain .id dalam kehidupan sehari – hari. Tema ini menggambarkan pemanfaatan nama domain internet Indonesia (.id) dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari lomba foto adalah untuk mensosialisasikan pemakaian nama domain .id dan menumbuhkan kebanggaan pemakaian nama domain .id sebagai nama domain internet Indonesia.

Hadiah Pemanfaatan Internet oleh Anak Bangsa

Juara 1 : 5 Juta
Juara 2 : 3 Juta
Juara 3 : 2 Juta
Juara Harapan 1 :1,5 Juta
Juara Harapan 2 : 1 Juta
Juara Harapan 3 : 700 ribu


Hadiah Penggunaan nama domain .id dalam kehidupan sehari – hari

Juara 1 : 8 Juta
Juara 2 : 5 Juta
Juara 3 : 3 Juta
Juara Harapan 1 : 2 Juta
Juara Harapan 2 : 1,5 Juta
Juara Harapan 3 : 1 Juta


Hadiah tambahan untuk semua juara dan juara harapan di atas

1. 1 (satu) domain name web, web design free dan web hosting 1 tahun
2. Merchandise menarik dari PANDI
3. Hadiah menarik lain dari sponsor


Kriteria Penilaian

1. Kesesuaian dengan tema
2. Keunikan dan kreativitas dalam memvisualisasikan ide.
3. Ketrampilan teknis fotografi

Ketentuan Lomba

1. Lomba foto terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia. Kecuali anggota panitia lomba dan keluarganya.

2. Peserta lomba dapat mengirimkan max 5 foto per tema. Bila secara sengaja atau tidak sengaja jumlah foto yang dikirimkan lebih dari 5 foto, maka panitia akan memilih secara acak 5 foto dari foto-foto yg dikirimkan.

3. Foto dikirimkan dalam format cetak. Ukuran sisi terpanjang foto 30 cm, sedangkan sisi terpendek mengikuti komposisi sesuai ide masing-masing peserta. Contoh : 20 x 30 cm, 15 x 30 cm atau10 x 30 cm.

4. Cantumkan judul foto, nama peserta, profesi peserta, alamat, email dan nomer HP di selembar kertas yang ditempelkan di balik foto. Sertakan juga copy kartu identitas yang masih berlaku.

5. Masing-masing foto merupakan karya tunggal, bukan serial.

6. Olah digital diperbolehkan sewajarnya, sepanjang tidak menambah atau mengurangi unsur-unsur gambar dalam sebuah foto.

7. Foto yang dilombakan belum pernah memenangkan lomba foto lainnya dengan tema sejenis dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.

8. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pemotretan menjadi tanggungjawab peserta. Panitia tidak bertanggung jawab terhadap adanya tuntutan pihak lain atas penyertaan, peralatan, lokasi, model dan obyek lainnya dalam foto yang dikirimkan.

9. Sistem penjurian tertutup. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

10. Para pemenang lomba diwajibkan menyerahkan file foto di dalam CD dalam format jpg resolusi 300 dpi, dan menandatangani surat pernyataan bahwa foto tersebut adalah benar-benar hasil karya yang bersangkutan (surat pernyataan akan disiapkan panitia).

11. Hak cipta tetap berada di pihak peserta lomba. Namun PANDI berhak menggunakan karya foto pemenang untuk keperluan promosi dan internal panitia lomba selama 2 (dua) tahun. Bagi foto non pemenang yang akan digunakan PANDI akan diberi imbalan sesuai kesepakatan.

Para peserta dan pemenang lomba dapat diskualifikasi bila tidak memenuhi salah satu atau beberapa ketentuan-ketentuan lomba di atas.

Informasi Selengkapnya : http://www.pandi.or.id/pengumuman/lomba-foto-dot-id-nama-domain-indonesia/

^-^


28 Agustus 2009

Konfrontasi Indonesia - Malaysia

Latar belakang
Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Britania Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk membentuk Malaysia.


Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.


Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.


Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas di daerah yang ribut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme Inggris.


“ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. ”
Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[1] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia.


Perang
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya:


Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia
Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.


Pada 27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-"ganyang Malaysia". Pada 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.
Meskipun Filipina tidak turut serta dalam perang, mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
Federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.


Ketegangan berkembang di kedua belah pihak Selat Malaka. Dua hari kemudian para kerusuhan membakar kedutaan Britania di Jakarta. Beberapa ratus perusuh merebut kedutaan Singapura di Jakarta dan juga rumah diplomat Singapura. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan massa menyerang kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.


Di sepanjang perbatasan di Kalimantan, terjadi peperangan perbatasan; pasukan Indonesia dan pasukan tak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.
Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Di bulan Mei dibentuk Komando Siaga yang bertugas untuk mengkoordinir kegiatan perang terhadap Malaysia (Operasi Dwikora). Komando ini kemudian berubah menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga). Kolaga dipimpin oleh Laksdya Udara Omar Dani sebagai Pangkolaga. Kolaga sendiri terdiri dari tiga Komando, yaitu Komando Tempur Satu (Kopurtu) berkedudukan di Sumatera yang terdiri dari 12 Batalyon TNI-AD, termasuk tiga Batalyon Para dan satu batalyon KKO.


Komando ini sasaran operasinya Semenanjung Malaya dan dipimpin oleh Brigjen Kemal Idris sebaga Pangkopur-I. Komando Tempur Dua (Kopurda) berkedudukan di Bengkayang, Kalimantan Barat dan terdiri dari 13 Batalyon yang berasal dari unsur KKO, AURI, dan RPKAD. Komando ini dipimpin Brigjen Soepardjo sebagai Pangkopur-II. Komando ketiga adalah Komando Armada Siaga yang terdiri dari unsur TNI-AL dan juga KKO. Komando ini dilengkapi dengan Brigade Pendarat dan beroperasi di perbatasan Riau dan Kalimantan Timur.
Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor.


Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan khusus Indonesia (Kopassus) tewas dan 200 pasukan khusus Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).


Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan ditangkap oleh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan bakinya ditangkap oleh Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.


Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mencoba membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.


Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.


Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (lihat Operasi Claret). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.


Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.


Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Sampurna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Pasukan Indonesia mundur dan tidak penah menginjakkan kaki lagi di bumi Malaysia. Peristiwa ini dikenal dengan "Pengepungan 68 Hari" oleh warga Malaysia.


Akhir konfrontasi
Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.
Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

Malingsia dan Indonsial: Persepsi Mahasiswa Malaysia dan Indonesia

Page 1 of 5Salah satu tugas saya sebagai dosen tamu di Universiti Malaya adalah terlibat dalam salah satu penelitian (di samping memberi kuliah kepada dua kelas, dan memaparkan dua makalah dalam seminar di Departemen). Kebetulan pada masa saya bertugas di UM (Jan-Juli 2008), di internet sedang berkembang dua web/blog yang saling melontarkan kata-kata agresif dan tak senonoh. Kedua web/blog itu adalah www.malingsia.com dan www.indonsial.blogspot.com . Web pertama nampaknya dibuat oleh orang Indonesia untuk melecehkan orang Malaysia, dan sebaliknya web/blog yang kedua dibuat oleh orang Malaysia untuk mengimbangi kelakuan orang Indonesia yang tidak menyukai Malaysia tersebut.

Ketidak sukaan penulis web "malingsia" terhadap orang Malaysia disebabkan oleh tiga isu besar yang pada saat itu sedang berkembang, yaitu isu sempadan/perbatasan Pulau Ambalat dan Sipadan, isu pencurian karya-karya seni Indonesia sebagai karya bangsa Malaysia (Lagu: Rasa Sayange, batik dan reog/barongan), dan isu tentang TKI/TKW yang tidak
diperlakukan dengan baik oleh orang-orang Malaysia.

Sebaliknya web/blog "Indonsial" berisi penghinaan terhadap orang Indonesia yang dipandang sebagai bodoh, kriminal, setaraf dengan budak sehingga patut dianiaya dsb.

Keprihatinan terhadap gejala web yang tidak sehat ini diangkat antara lain dalam tiga tulisan dalam Jakarta Post tanggal 11 Januari 2008, yaitu oleh Dewi Fortuna Anwar, Bantarto Bandiri dan dalam rubrik Editorial. Selain itu di UI dan UM sudah ada beberapa penelitian yang mempermasalahkan hubungan yang kurang baik antara kedua negara jiran. Semua tulisan itu berkesimpulan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Malaysia tidak selalu baik, justru ada api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa menyala jika terpicu oleh hal-hal sensitif seperti web-web yang saling melecehkan itu.

Karena itu, saya usulkan kepada Ketua Jabatan (Departemen) tempat saya bekerja ketika itu, yaitu Jabatan Antropoloji dan Sosioloji, Fakulti Sastera dan Sains Sosial (FSSS), Universiti Malaya, Dr Jas Laile, untuk meneliti tentang persepsi mahasiswa Malaysia dan Indonesia terhadap web/blog tersebut. Objektif kajian (tujuan penelitian) adalah
untuk mengetahui persepsi mahasiswa kedua bangsa tentang web/blog tersebut, isu-isu yang dibahas dalam web/blog tersebut, dan bagaimana kaitannya dengan persepsi mereka tentang isu-isu politik, ekonomi, sosial budaya dan media.

Tim peneliti diketuai oleh Dr Jas Laile, dengan anggota beberapa orang staf pengajar dari FSSS UM, termasuk saya dan seorang Indonesia lain, sdr. Yogi Suprayogi, MSc (staf pengajar Unpad) yang waktu itu menjadi pensyarah (dosen) tamu di UM. Dari Lembaga Penelitian Psikologi Fakultas Psikologi UI, saya minta bantuan Ringking Korah, MSi, dan Intan Indira, MSc.

Tulisan ini dibuat untuk teman-teman saya yang ingin mengetahui hasil penelitian ini, tetapi bukan laporan penelitian. Hasil penelitian sendiri belum dipublikasikan, bahkan masih dalam proses penulisan. Karena itu tulisan ini hanya untuk diketahui secara terbatas dan tidak untuk tujuan dikutip atau disebar luaskan ke pihak-pihak yang tidak berhak, khususnya media massa.

Sumber: http://sarlito.hyperphp.com/my-stories/my-stories-.../malingsia-dan-indonsial-persepsi-mahasiswa-malaysia-dan-indonesia.html

Daftar beberapa kebudayaan Indonesia yg diklaim malaysia ataupun negara lain

Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:

1. Batik dari Jawa oleh Adidas
2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
10.Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
11.Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
12.Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
13.Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14.Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
15.Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
16.Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
17.Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
18.Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
19.Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
20.Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
21.Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
22.Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
23.Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
24.Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
25.Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
26.Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
27.Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
28.Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
29.Kain Ulos oleh Malaysia
30.Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
31.Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
32.Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

Sumber: http://budaya-indonesia.org/iaci/Data_Klaim_Negara_Lain_Atas_Budaya_Indonesia

09 Agustus 2009

Dilarang menerjemahkan bahasa komputer ke bahasa Indonesia

Anda tahu kenapa?
sebab akan sangat berbahaya sekali, apalagi kalau diajarkan di sekolah,
lihat contoh berikut

  1. Hardware = Barangkeras
  2. Software = Baranglembut
  3. Joystick = Batang gembira
  4. Plug and play = Colok dan main
  5. Port = Lubang
  6. Server = Pelayan
  7. Client = Pelanggan

Try to translate this :
(Silahkan coba untuk menterjemahkan kalimat di bawah)

ENGLISH
The server provides a plug and play service for the
clients using either hardware and software joystick.
Just plug the joystick into the server port and enjoy it.

INDONESIA
Pelayan itu menyediakan layanan colok dan main untuk
pelanggannya dengan menggunakan batang gembira jenis keras atau lembut.
Cukup dengan memasukkan batang gembira itu ke lubang pelayan dan nikmati.

Tambahannya:
If you can't use Joystik, You can Change with mouse is pluged into the server port and enjoy it.

Jika kau tidak dapat menggunakan Batang gembira, kau dapat menggantikan dengan tikus dimasukan ke lubang pelayan dan nikmati.


13 November 2008

Lomba Desain Logo PT Pos Indonesia (Persero) 2008

Persyaratan Peserta
- Terbuka untuk umum, WNI, perorangan maupun kelompok, kecuali panitia, dewan juri dan keluarganya.
- Tidak dipungut biaya pendaftaran
- Peserta melampirkan identitas diri (fotokopi KTP)
- Peserta wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan keaslian ide (bisa didownload di www.posindonesia.co.id)



Kriteria Logo
- Logo berupa logogram dan logotype (gabungan keduanya)
- Logo adalah karya asli, bukan jiplakan atau contekan
- Logo harus mencantumkantext POS INDONESIA
- Logo harus dapat mengkomunikasikan misi dari PT POS INDONESIA
- Penampilan logo sederhana, mudah diingat & diterapkan pada berbagai kemungkinan teknik dan media, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi
- Logo belum pernah dipublikasikan / disayembarakan
- Semua karya yang dikirimkan menjadi milik panitia
- Dewan Juri dan PT POS INDONESIA berhak melakukan perubahan desain bila diperlukan dan pemenang wajib melakukan revisi perubahan

Jadwal Penerimaan dan Penjurian
- Batas akhir penerimaan logo adalah tanggal 10 Desember 2008
- Penjurian Tahap 1 dilakukan tanggal 15 - 17 Desember 2008
- Penjurian Tahap 2 dilakukan tanggal 19 - 20 Desember 2008
- Panitia & Dewan juri tidak melayani surat menyurat pada lomba ini.
- Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
- Semua karya menjadi hak milik PT POS INDONESIA

Dewan Juri
1. Dr. I Ketut Mardjana (Wakil Dirut PT Pos Indonesia)
2. Narga Habib (Brand Consultant / Praktisi Periklanan )
3. Hakim Lubis (Creative Director / Praktisi Periklanan )
4. Drs. Indarsjah Tirtawidjaja (Dosen & Anggota Kelompok Keahlian
KOMUNIKASI VISUAL dan MULTIMEDIA (KVMM) FSRD ITB, Dekan Fakultas Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama)
5. Dr. Priyanto Sunarto (Pengajar DKV ITB)

Ketentuan Teknis
- Peserta dapat mengirimkan maksimal 2 alternatiflogo
- Logo harus memiliki warna korporat PT. POS INDONESIA
- Identitas peserta ( Nama, Alamat, Pekerjaan, No telpon ) ditempel di kanan bawah belakang karya.
- Konsep diketik di kertas A3, 1,5 spasi dan ditempel di bagian belakang desain logo utuh.
- Menyertakan CD file desain logo dalam format CMYK :
* Folder Logo Asli : Corel Draw / Freehand / Illustrator
* Folder Presentasi : JPEG 300 dpi ( high quality )
* Folder Konsep Logo : Ms Word
- Lampirkan surat pernyataan yang berisi keterangan orisinalitas logo yang ditandatangani di atas meterai Rp.6000,
- Semua dokumen dimasukan ke amplop coklat tertutup tidak boleh dilipat, dikirimkan ke :
Panitia Sayembara Logo PT POS INDONESIA PO BOX : LOMBA DESAIN LOGO BANDUNG 40000

-Untuk keterangan lebih lanjut, peserta dapat mendownload informasi di : www.posindonesia.co.id

Penentuan Penilaian
- Orisinalitas karya
- Relevansi logo dengan misi PT POS INDONESIA
- Unsur estetika
- Pengaplikasian logo pada berbagai media

Hadiah
- Satu (1) pemenang Utama berhak mendapat hadiah berupa :
1 (satu) unit Grand Livina + Piagam Penghargaan
- Empat (4) pemenang Hiburan berhak mendapat hadiah masing-masing berupa :
1 (satu) unit macbook + Piagam Penghargaan
- Pajak, transportasi dan akomodasi ditanggung pemenang.

Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada surat kabar Kompas, 27 Desember 2008 dan www.posindonesia.co.id