13 April 2009

Mari menguji potensi diri

Apa yang paling penting Anda ketahui? Ya, betul, kelebihan dan kekurangan diri. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan Anda, nilai atau "harga" diri Anda pun bisa segera diterapkan, terutama jika menyangkut penawaran gaji saat melamar kerja. Nah, berikut beberapa kiat mengetahui kelebihan dan kekurangan diri Anda.

Jika Anda merasa sulit untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, atau mengukur kemampuan diri, ada baiknya meminta bantuan teman terdekat, keluarga, atau orang yang menurut Anda objektif dalam menilai. Bila masih kesulitan, berkonsultasilah pada ahli, seperti psikolog misalnya.

Ada beberapa cara yang menurut Dra. Mira Rumeser maupun Dra. Dienaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi, yang bisa dilakukan untuk mengukur kemampuan diri. Di antaranya;

Pertama, jujur pada diri sendiri. Apa kelebihan Anda? Perhatikan hal itu sejak masa sekolah hingga saat ini. Kalau selalu meraih juara terakhir, kemungkinan Anda tidak terlalu pandai. Walau sudah berusaha maksimal, tetap golongan Anda adalah rata-rata. Memang IQ bukan satu-satunya kunci keberhasilan, karena masih ada emotional intelligence atau social skills.

Kedua, buat bagan yang menunjukkan siapa Anda. Bagan ini memperlihatkan segala kekurangan maupun kelebihan yang Anda miliki. Bila lebih banyak keluar sisi negatif, bisa jadi Anda kurang percaya diri. Hal ini tidak baik karena bila ada masalah berat, Anda sulit untuk bisa menerima diri sendiri. Cobalah berpikir positif. Anggap kesalahan sebagai sesuatu yang parsial untuk kemudian diperbaiki dan diatasi.

Ketiga, akui kekurangan diri. Mengakui kekurangan diri merupakan hal yang sulit, tapi Anda harus tetap melakukannya dan mendata kekurangan yang ada (stock opname).

Keempat, periksa ulang kelebihan maupun kekurangan yang ada. Entah itu dengan teman, pasangan, ataupun orangtua. Intinya, Anda bisa mengetahui segala hal tentang diri Anda dari orang yang benar-benar tahu tentang Anda. Dan tentunya bisa Anda percaya.

Kelima, mencari pemecahan atas kekurangan diri. Apa yang harus dibenahi dan diperbaiki. Misalnya Anda orang yang tidak mudah bergaul, berarti harus mencoba mengatasi dengan melatih diri untuk bersosialisasi. Lain halnya dengan IQ. Itu merupakan sesuatu yang terberi, tapi Anda tetap bisa mengatasinya dengan banyak belajar dan membaca. Ada beberapa hal yang sifatnya tidak bisa dilatih. Jika demikian, cobalah untuk menerima apa adanya. Jangan melakukan kesalahan yang sama. Belajarlah dari kesalahan yang telah diperbuat.

Terakhir, pemeriksaan psikologis. Hal ini sebenarnya untuk mengukur kemampuan diri, dalam hal ini IQ. Selain itu EI juga sebetulnya bisa diukur, yakni dengan cara mengenali diri sendiri.

Nah, tak sulit kan? Dengan beberapa "ujian" di atas, Anda pun jelas tahu, berapa nilai Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda...